Now Playing Tracks

Kicauan Pencinta Kata.

  • Selasa malam, 31 Januari 2012.

  • Sekitar pukul 19.35 mata saya seolah tertarik oleh kicauan 2 Pencinta Kata yang saling bersahut-sahutan di sepanjang timeline Twitter saya. Daripada memenuhi kolom favorit saya, jadi lebih baik dipindahkan kesini. Berikut percakapan mereka, silahkan ditilik.. ;)

  • .......................................................................................................................

  • @zarryhendrik :

    Koe orang tau kenapa twit gua suke nongol dua kali??!

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Karena sekali kamu itu ga cukup

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Jangan suka ngeledek. Sekali lagi kamu ngeledek, kubuat puisi berjudul Rahne, dan ditulis dengan huruf besar semua. :|

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Kok ngeledek? Itu pujian. Ah mata kamu udah kebanyakan debu, tulisanku ga disaring dulu sebelum ditelan kepalamu.

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Baiklah, aku minta maaf. Berilah maaf saja. Jangan memberi hati sekaligus. Aku takut kamu sakit, nanti bisa banyak yang jenguk.

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Kamu minta maaf, aku minta kamu. Gimana? *siap siap dicubit dari 8 arah mata angin*

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Mintalah aku kepada Tuhan, sebab Ia yang memilikiku.

  • ‏@rahneputri :

    @zarryhendrik Kata Tuhan kamu ada di tangannya. Kata orang orang, jodoh di tangan Tuhan. Aku ingin membuat tali simpul di kedua kalimat tadi

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Aku sadar aku pernah salah dan mungkin masih, tetapi mungkin kamu tidak sadar, kamu pemaaf yang aku cari.

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Udah udah, ada banyak mata yang menangkap kita berdua, nanti kita susah keluar dari kepala mereka. :p

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Baik, ini terakhir. Aku cuma mau bilang, sampai sekarang aku belum mendapat jawaban tentang mengapa kamu tak punya sayap. Bye.

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Btw, sayapku tersimpan rapi, akan kupakai nanti, sabar, aku baru terjatuh.

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Kamu tidak usah terbang. Berjalan saja, biar aku jadi lantainya.

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Kalo kamu jadi lantai, jangankan menginjak, berjalan jinjit aku pun tak mau. Kalo aku berjalan, iringilah aku. Sehasta bahumu.

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Aku hanya ingin sekali menjadi lantai. Biar aku dapat mencium lututmu yang bertelut sebut namaku kepada Dia.

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Aku bersujud, kamu berlutut. Doa kita sedang berada di lintasan. Jika tidak bertemu, terima kasih sudah pernah menyebut namaku

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Bahkan aku tidak menyebut namamu saja, aku memahatnya di dalam hati, dengan tatapan diam yang paling tajam.

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Jika namaku terpahat, maka bayanganmu terukir di bias mata. Biar Tuhan yang melukis kita, entah di kanvas yang sama atau tidak

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Itulah mengapa aku merasa beruntung. Aku dapat melihat lukisan Tuhan, dan itu kamu, pelukis kata. :)

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Dilihat olehmu adalah keberuntungan yang paling manis. Aku ingin berlari ke mimpimu dan diam sejenak disitu.

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Dan matamu adalah penerang dalam menulis, sehingga kata-kataku dapat berjalan ke segala pelosok kepala. :)

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Aku heran belum ada rasi bintang dengan sebutan namamu. Rasa rasanya pantas, karena kamu penerang dalam langit kata-kataku.

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Berapa banyak pasir di laut, Ne? Sebanyak itu aku ingin kamu tersenyum.

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Sekeras apa angin di musim ini? Aku ingin mereka menghempaskanku sekarang dan melengkungkan pelangi memancing tawamu.

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Haha, dasar pintar. Segala alam kau libatkan hanya untuk buat orang sedebu aku tersenyum tulus. Thanks. Kudoakan dietmu sukses.

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Debu seharga intan. Jika dietku sukses, pasti tidak sekurus sedotan sepertimu. Jaga suara, ada byk telinga siap menyantapmu

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Hahaha.. Jadi api cemburumu kemarin tak cukup banyak membakar lemak? Ah, payah kamu. ;)

  • @rahneputri :

    @zarryhendrik Haha api cemburu yg mana? Cuma ada sedikit asap rindu yg meniup mata lalu beberapa air menetas jatuh dari kelopaknya saat itu

  • @zarryhendrik :

    @rahneputri Kau sudah tau dong rasanya sakit. Kini kau juga rasa nikmatnya sembuh. Nikmatilah dengan memberi maaf. Maaf, Ne. :)

  • Sekian.

Cinta tidak selalu memberi
kebahagiaan, keberanian, dan hati
berdebar, tapi seringkali juga
membawa penderitaan, rasa
bersalah, kesedihan, dan sakit hati.
But it’s okay…that’s love. Karena
cinta juga yang memberi kekuatan
untuk mengatasi semua kepedihan
itu.

We make Tumblr themes